HALLO SIGINJAI - Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi atau Bank 9 Jambi hari ini mengumumkan langkah-langkah terbaru dalam menangani gangguan sistem yang terjadi pada Minggu (22/2), yang menyebabkan layanan mobile banking dan ATM tidak dapat diakses serta muncul laporan kehilangan saldo rekening nasabah.(23/02/2026)
Dalam jumpa pers bersama Bank Indonesia (BI) Jambi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jambi, Direktur Utama Bank Jambi Khairul Suhairi menyampaikan bahwa pihak bank tengah melakukan audit forensik menyeluruh untuk mengungkap penyebab gangguan tersebut. Saat ini, mobile banking dan ATM masih ditutup sementara sebagai bagian dari prosedur investigasi teknis, namun operasional kantor cabang tetap berjalan normal untuk transaksi secara langsung di meja layanan.
Sebelumnya, pada Minggu malam, manajemen Bank Jambi telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah dan mengimbau untuk tidak terpancing informasi yang beredar di tengah masyarakat. Khairul kembali memberikan jaminan tegas bahwa bank akan bertanggung jawab penuh dan mengganti rugi 100 persen jika terdapat kerugian finansial yang terbukti akibat gangguan ini.
Saat ini tim IT sedang fokus melakukan pemulihan sistem dan kami telah berkoordinasi erat dengan lembaga yg terkait. Selain itu, kejadian ini akan dilaporkan kepada pihak berwenang untuk pengungkapan lebih lanjut," jelas Khairul. (HS-S NOV)

Social Header