KOTA JAMBI – Peredaran minyak masakan diduga ilegal lintas provinsi kembali terendus. Truk-truk pengangkut minyak dari Sumatera Selatan menuju Pekanbaru Riau, diduga kuat mendapat "pengamanan" dari oknum anggota TNI.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Hallo Siginjai, minyak tersebut tidak memiliki dokumen resmi dan diduga kuat berasal dari hasil penyelundupan. Rutenya: dari Sumsel masuk ke wilayah Kota Jambi, lalu truck pengangkut berhenti sementara di wilayah Simpang Rimbo kota jambi, sebelum kembali melanjutkan perjalanan ke Pekanbaru.
“Minyaknya numpuk dulu di Simpang Rimbo. Disitulah titik transitnya. Setelah aman, baru jalan ke Pekanbaru. Katanya ada yang backing dari orang berseragam,” ujar sumber yang meminta namanya tidak disebutkan, Kamis (13/8/2026).
Praktik ini diduga sudah berlangsung lama dan merugikan negara. Selain potensi pidana penyelundupan, peredaran minyak ilegal juga merusak harga pasar dan merugikan pedagang resmi yang taat pajak.
Masyarakat mempertanyakan fungsi pengawasan di jalur Lintas Timur Sumatra. Keberadaan oknum aparat yang diduga membekingi justru membuat para pelaku semakin berani.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kodim 0415/Jambi, Korem 042/Gapu, dan Polda Jambi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum TNI tersebut.
Hallo Siginjai mendesak aparat penegak hukum dan Denpom untuk segera melakukan penyelidikan dan penindakan tegas. Jangan sampai Kota Jambi dijadikan “jalan tikus” legal untuk mafia minyak. (TPG/16/08/2026)

0 Komentar