Cari Blog Ini

Breaking News

PERKUMPULAN SANGGAR KELOMPOK BELAJAR SELOKO ADAT MELAYU JAMBI CINTO BUDAYO SIAP LESTARIKAN WARISAN LELUHUR ADAT BUADAYA DAERAH JAMBI


KOTA JAMBI- HALLO SIGINJAI - Sanggar Budaya Seloko Pantun Jambi " PERKUMPULAN SANGGAR KELOMPOK BELAJAR SELOKO ADAT MELAYU JAMBI CINTO BUDAYO" yang berlokasi di Jalan Sungai Mungkal Nomor 01 RT 04 Kelurahan Tahtul Yaman Kecamatan Pelayangan Kota Jambi secara legalitas kini resmi berdiri berdasarkan Akta Pendirian Notaris Nomor 4 yang telah terbit yang mana sebelumnya telah di tanda tangani langsung oleh Direktur Sanggar Budaya Halim Mustari dihadapan  Notaris Rahmadhani Hidayat, S.H, berlokasi di Kantor Notaris Jalan Lintas Timur RT. 02 Desa Penyengat Olak Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi epatnya di perbatasan antara wilayah Kabupaten Muaro Jambi dan Kota Jambi Senin 19 Mei 2026.

Adanya sanggar ini bertujuan untuk melestarikan budaya Seloko Pantun Jambi yang mana akan mewariskan seni budaya daerah kepada masyarakat khususnya generasi muda serta pada umumnya kepada masyarakat daerah Jambi.

Sanggar Budaya Seloko Pantun Jambi sampai saat ini telah memiliki 40 anggota yang aktif dalam kegiatan sanggar budaya, kegiatan ini didukung  juga dari tua tengganai dan tokoh budaya Jambi yang ada, Halim Mustari selaku Direktur, pada saat penanda tanganan akta juga menjelaskan "Jika  para tua tengganai siap mendampingi dan menuntun generasi muda yang berminat menjaga budaya Seloko Pantun Jambi, seloko pantun lazimnya digunakan saat upacara adat Jambi maupun acara pernikahan masyarakat Jambi, dengan bantuan tua tengganai dan tokoh budaya, Seloko Pantun Jambi diharapkan tetap terjaga dan tumbuh di tengah masyarakat,” ujar Halim 

Halim Mustari juga berharap agar peran serta masyarakat Jambi dapat semakin besar dalam melestarikan Seloko Pantun kedepan, para tua tengganai juga berencana jika nanti ke depan akan menggelar event budaya Seloko Pantun Jambi sebagai wadah pelestarian dan pengenalan kepada publik secara lebih falam dan luas lagi 

Salah satu dari pantun jambi yang banyak telah di dengar oleh telinga masyarakat jambi ialah sebagai berikut 

" Cincang pelupuh kulit baru, raino raino di rumah tinggal, yang lusuh kito perbaru, adat lamo jangan di tinggal"

"Ke ttahtul yaman membeli joda, untuk dibuat babuko puaso, walaupun zaman terus berubah, adat budayo jangan dilupokan.

20/05/2026 ( Hallo Siginjai - TPG)

0 Komentar

© Copyright 2022 - hallosiginjai.com