MUARO BUNGO – Aktivitas tambang batu di kawasan *Bukit Muaro Bungo*, Kabupaten Bungo, Jambi, kembali disorot. Sejumlah warga dan pegiat lingkungan menduga ada perusahaan tambang yang beroperasi secara *nakal* dan merugikan negara serta masyarakat sekitar.
Menurut laporan warga, beberapa persoalan yang muncul antara lain jalan umum cepat rusak akibat lalu lalang truk bertonase berat, debu beterbangan yang mengganggu kesehatan, serta kerusakan lingkungan di sekitar bukit.
Warga menduga ada potensi kerugian negara dari aktivitas tambang yang tidak sesuai aturan. Di antaranya terkait kewajiban pajak, royalti, hingga tidak dilaksanakannya reklamasi lahan pasca tambang.
Di sisi masyarakat, keluhan paling banyak soal polusi debu, kebisingan alat pemecah batu, dan jalan desa yang berlubang. Aktivitas tambang juga diduga menyebabkan sebagian lahan di kaki bukit menjadi gundul dan rawan longsor saat hujan.
Kalau aturannya dipatuhi semua pasti aman. Tapi faktanya jalan rusak, debu tiap hari, dan bukit makin botak,” ujar salah seorang warga yang tinggal dekat lokasi tambang.
Warga meminta Pemkab Bungo, Dinas ESDM, dan DLH Jambi turun langsung melakukan pengawasan. Mereka juga mendesak perusahaan tambang menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan, termasuk perbaikan jalan dan penyiraman untuk mengurangi debu.
Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan yang beroperasi di Bukit Muaro Bungo belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan tersebut.
Pihak berwenang diimbau segera melakukan audit dan penertiban agar aktivitas tambang memberi manfaat tanpa merugikan lingkungan dan masyarakat.
Penulis: Tim Redaksi (12/07/2026)

0 Komentar