![]() |
| Foto Bengkel Garage Brother Jl. Yunus Sanis No.97, Kebun Handil, Kec. Jelutung, Kota Jambi |
JAMBI — Kasus dugaan pelayanan buruk dan wanprestasi dunia usaha kembali mencuat di Kota Jambi. Seorang konsumen melayangkan protes keras terhadap Bengkel Garage Brother Jambi, yang beralamat di Jalan Yunus Sanis Nomor 97, Kelurahan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, setelah mobil miliknya mengalami kerusakan lebih parah usai diservis.
Konsumen yang merugi tersebut mengaku menyerahkan satu unit mobil sedan jenis Honda City untuk diperbaiki. Namun, alih-alih kembali prima setelah menginap selama lebih dari satu bulan, kondisi kendaraan tersebut justru lumpuh total dan tidak dapat dikemudikan.
Kronologi Kejadian, Dari Bisa Jalan hingga Harus Diderek
Berdasarkan keterangan korban saat dikonfirmasi pada Senin, 20 Juli 2026, mobil miliknya masuk ke area bengkel dalam kondisi yang masih normal dan layak jalan.
"Saat masuk bengkel mobil masih dalam keadaan jalan. Sudah 1 bulan lebih di Garage Brother tidak kunjung baik. Malah terpaksa saya sewa mobil lain untuk menarik dan memindahkan mobil ini ke bengkel lain, karena sudah tidak bisa jalan setelah dibongkar mekanik Garage Brother," ujar korban dengan nada kecewa.
Akibat ketidakpastian penanganan tersebut, korban memutuskan untuk memindahkan kendaraannya ke bengkel alternatif. Proses pemindahan pun harus dilakukan menggunakan jasa mobil derek/tarik karena komponen mesin yang telah dibongkar di Garage Brother membuat mobil kehilangan fungsi operasionalnya.
Kerugian Finansial dan Minimnya Tanggung Jawab
Selain kerugian materiel berupa kerusakan komponen kendaraan, korban juga mengaku telah mengeluarkan dana perbaikan yang tidak sedikit. Tercatat, biaya yang telah disetorkan kepada pihak bengkel telah melampaui angka Rp 1,4 juta.
Namun, hasil kerja dari para mekanik dinilai jauh dari standar profesionalisme.
"Udah keluar uang 1,4 juta lebih, mobil bukan jadi bagus. Malah tambah rusak. Rasanya kayak dibodohi," ungkapnya.
Ironisnya, penyelesaian masalah dari pihak manajemen bengkel dinilai sepihak dan merugikan konsumen. Setelah mobil terbukti mengalami kerusakan fatal, pihak Garage Brother disebut-sebut hanya mengembalikan dana sebesar Rp 500 ribu tanpa memberikan solusi teknis maupun pertanggungjawaban lanjutan atas kondisi kendaraan yang telantar.
Desakan Penertiban dan Tanggapan Publik
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen Bengkel Garage Brother Jambi masih belum memberikan pernyataan resmi ataupun klarifikasi terkait insiden dugaan malapraktik perbaikan otomotif ini. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media masih belum direspons oleh pihak terkait.
Menanggapi kejadian ini, korban bersama masyarakat sekitar berharap agar instansi berwenang, seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) serta Dinas Perdagangan Kota Jambi, segera turun tangan melakukan investigasi dan pengawasan terhadap standar operasional prosedur (SOP) bengkel-bengkel liar maupun resmi di wilayah setempat. Langkah ini dinilai mendesak agar tidak ada lagi konsumen lain yang menjadi korban praktik pelayanan bengkel yang merugikan.(TPG)20/07/2026

0 Komentar